Abstract :
Lampu merupakan bagian penting dari sebuah mobil, berfungsi untuk
memberikan bantuan penerangan agar orang yang lewat dapat melihat apa yang
terjadi di sekitarnya terutama pada malam hari sehingga dapat mengurangi
resiko kecelakaan pada mobil. Penelitian ini menggunakan metode statistik
inferensial yang akan digunakan untuk menilai dan menganalisis masalah
penelitian. Saat membandingkan lampu LED dan lampu Halogen, ada beberapa
perbedaan yang perlu diperhatikan. Lampu LED mencari titik hamburan cahaya
atau mencari titik terang dalam cahaya, sedangkan lampu Halogen mencari titik
fokus cahaya terdapat perbedaan antara pengujian lampu depan untuk lampu
LED dan lampu halogen, dari 21 tempat kelompok magang 2 Prodi Teknologi
Otomotif Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, terdapat 14 tempat
kelompok yang alat uji lampu utama headlight tester tidak bisa atau tidak
mampu membaca hasil pengujian lampu LED, dan 7 kelompok yang sudah bisa
memabaca hasil lampu LED. Pada alat MAHA Lite 3 yang terdapat pada
pengujian Kota Denpasar belum mampu atau bisa membaca hasil dari pengujian
lampu LED, pada alat Nanhua NHD-6108 sudah bisa atau mampu membaca hasil
lampu LED dimana diharapkan pengujian di Indonesia minimal seharusnya
memiliki alat yang spesifikasinya sama dengan alat Nanhua NHD-6108 yang
mampu membaca lampu LED.
Pengemudi mengalami penurunan jarak pandang secara signifikan dalam
situasi di mana lampu utama harus terlihat dari jarak setidaknya 100 meter,
tetapi ketika terjadi hujan atau kabut, lampu LED utama hanya dapat dilihat dari
jarak 31 hingga 40 meter. Dari hasil test statistik uji wilcoxon maka: Dapat
disimpulkan Pada saat kondisi hujan/kabut pengemudi lampu utama LED
mengalami penurunan visibilitas yang signifikan, Dapat disimpulkan bahwa benar
adanya perbedaan kemampuan melihat pengendara dengan dan tanpa
penerangan saat hujan dan kabut, Dapat disimpulkan bahwa bener adanya
perbedaan kemampuan melihat pengendara antara hujan/kabut ringan,
hujan/kabut sedang, dan hujan/kabut deras.