Abstract :
Sistem rem menjadi salah satu bagian penting pada kendaraan yang berfungsi untuk memperlambat dan atau menghentikan kendaraan. Ketika terjadi kegagalan ketika pengereman, maka dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan kendaraan. Jenis rem hidrolik memanfaatkan cairan rem sebagai penyalur tenaga pengereman dari pengemudi ke sistem rem pada roda kendaraan. Kualitas dari cairan rem kemudian menjadi salah satu penyebab dari kegagalan sistem rem seperti halnya kandungan air yang terdapat dalam cairan rem. Penelitian ini berfokus pada pengaruh kandungan air dalam cairan rem terhadap hasil uji pengereman.
Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen, pada penelitian ini mengubah kandungan air dalam cairan rem kemudian dilakukan pengujian rem dengan alat uji rem. Kendaraan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mobil barang truk Hino Dutro 110 LD dengan alat brake fluid tester. Data hasil penelitian ini diolah menggunakan bantuan aplikasi excel dan spss sebagai analisis data.
Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kandungan air dalam cairan rem yang telah melebihi batas normal memiliki pengaruh terhadap hasil uji pengereman. Kandungan air dalam cairan rem yang melebihi batas normal dapat menghambat fungsi dari cairan rem sebagai penyalur tenaga pengereman dari pengemudi ke roda kendaraan.