DETAIL DOCUMENT
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KONDISI AQUAPLANING
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
UTOMO, BAGAS TRI
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2022-11-28 00:59:21 
Abstract :
Melakukan pengujian kondisi kedalaman alur ban yang standar dengan kecepatan yang bervarisai. Pada kecepatan berapakah terjadi kondisi aquaplaning. Melakukan pengujian dengan varisai kedalaman alur ban yang berbeda ? beda dengan kecepatan konstan pada kondisi alur ban seperti apakah akan terjadi aquaplaning. Menurut Arikunto (Arikunto 2002) metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data penelitiannya. Berdasarkan penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa metode penelitian adalah cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data observasi. Menurut Prof. Heru observasi adalah suatu pengamatan yang menunjukkan simulasi merupakan teknik penyusunan model dari suatu keadaan nyata (sistem) dan kemudian melakukan percobaan pada model tersebut. Dapat dilihat pada hasil analisa simulasi bahwa pada kedalaman alur ban dengan ketebalan 3mm memiliki daya kontak lebih baik ketimbang 2mm dan 1mm sedangkan pada percobaan kedua yaitu yang diukur pada kecepatan 50 km/jam - 90 km/jam. Hasilnya menunjukkan bahwa saat kecepatan meningkat, ban sepenuhnya kehilangan gaya kontak dengan permukaan jalan kedalaman alur ban yang lebih kecil maka akan mengakibatkan kondisi aquaplaning yang lebih besar. Sedangkan pada variasi kecepatan semakin cepat seseorang mengemudikan kendaraan makan kondisi terjadinya peristiwa aquaplaning semakin besar pula. kondisi alur ban dengan kedalaman semakin kecil maka peristiwa aquaplaning akan lebih mudah terjadi. Dan pada kondisi kecepatan 90 km/ jam pada kondisi roda normal akan terjadi peristiwa aquaplaning. Kata kunci : kedalaman alur ban, variasi kecepatan, persitiwa aquaplaning 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan