Abstract :
Melakukan pengujian kondisi kedalaman alur ban yang standar dengan
kecepatan yang bervarisai. Pada kecepatan berapakah terjadi kondisi
aquaplaning. Melakukan pengujian dengan varisai kedalaman alur ban yang
berbeda ? beda dengan kecepatan konstan pada kondisi alur ban seperti apakah
akan terjadi aquaplaning. Menurut Arikunto (Arikunto 2002) metode penelitian
adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data
penelitiannya. Berdasarkan penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa metode
penelitian adalah cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data observasi.
Menurut Prof. Heru observasi adalah suatu pengamatan yang menunjukkan
simulasi merupakan teknik penyusunan model dari suatu keadaan nyata (sistem)
dan kemudian melakukan percobaan pada model tersebut. Dapat dilihat pada
hasil analisa simulasi bahwa pada kedalaman alur ban dengan ketebalan 3mm
memiliki daya kontak lebih baik ketimbang 2mm dan 1mm sedangkan pada
percobaan kedua yaitu yang diukur pada kecepatan 50 km/jam - 90 km/jam.
Hasilnya menunjukkan bahwa saat kecepatan meningkat, ban sepenuhnya
kehilangan gaya kontak dengan permukaan jalan kedalaman alur ban yang lebih
kecil maka akan mengakibatkan kondisi aquaplaning yang lebih besar.
Sedangkan pada variasi kecepatan semakin cepat seseorang mengemudikan
kendaraan makan kondisi terjadinya peristiwa aquaplaning semakin besar pula.
kondisi alur ban dengan kedalaman semakin kecil maka peristiwa aquaplaning
akan lebih mudah terjadi. Dan pada kondisi kecepatan 90 km/ jam pada kondisi
roda normal akan terjadi peristiwa aquaplaning.
Kata kunci : kedalaman alur ban, variasi kecepatan, persitiwa aquaplaning