Abstract :
Kecenderungan dalam hal menahan beban muatan pasti bertumpu pada tekanan
angin yang ada pada ban. Ban sebagai satu-satunya komponen yang berkontak langsung
dengan jalan. Ban menjadi komponen yang sangat penting. Secara tidak disadari tekanan
angin kerap kali berkurang. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan angin sedit keluar
dan ini jarang disadari karena kurangnya tekanan angin tidak terlihat. Dalam keadaan
normal dan ban tanpa masalah, tekanan angin akan tetap berkurang.Adapun tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ban vulkanisir terhadap
efisiensi pengereman, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beban muatan
kendaraan minibus terhadap efisiensi pengereman dan ban kendaraan menggunakan ban
vulkanisir serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara efisiensi pengereman
minibus antara ban asli dengan ban vulkanisir
Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode
kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi, uji coba
dalam penelitian ini sangat menentukan hasil penelitian ini. Teknik analisis data yang
digunakan adalah teknik analisis Uji T untuk mengetahui perbedaan antara efisiensi
menggunakan ban asli (original) dengan ban vulkanisir
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan didapatkan hasil seperti Terdapat pengaruh
penambahan beban terhadap efisiensi rem, untuk ban original penurunan efisiensi rem
dibawah ambang batas terjadi pada muatan 11 orang dengan efisiensi 48.3 % sedangkan
untuk ban vulkanisir penurunan efisiensi terjadi pada muatan 7 orang dengan efisiensi 48.5
%. Ini membuktikan bahwa pengaruh penggunaan ban vulkanisir sangat menentukan
efisiensi rem kendaraan serta dengan menggunakan teknnik analisi uji T didapatkan hasil
yaitu ( ) yang artinya Ha diterima terdapat perbedaan yang signifikan antara
efisiensi pengereman minibus antara ban asli dengan ban vulkanisir.
Kata kunci : Ban Vulkanisir, beban Muatan serta teknik analisis Uji T