Abstract :
Latar Belakang : Infeksi cacing Soil Transsmitted Helminth (STH) banyak menyerang manusia terutama pada anak-anak. Pemeriksaan feses rutin dengan metode flotasi dapat digunakan untuk mendiagnosis infeksi ringan STH. Pemeriksaan dengan metode flotasi dapat dilakukan dengan flotasi pasif dan flotasi sentrifugasi.
Tujuan : Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan jumlah telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada metode flotasi pasif dan flotasi sentrifugasi yang menggunakan larutan ZnSO4.
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional dengan desain penelitian Cross-sectional. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Mann-Whitney U menggunakan SPSS 26.0 for Windows.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan jumlah telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) antara metode flotasi pasif dan flotasi sentrifugasi berdasarkan analisis statistik uji Mann-Whitney U. Pada metode flotasi pasif ditemukan telur cacing Ascaris lumbricoides sebanyak 13 telur (86,67%) dan Trichuris trichiura sebanyak 2 telur (13,33%) dengan rerata 0,94 sedangkan pada metode flotasi sentrifugasi ditemukan telur Ascaris lumbricoides sebanyak 57 telur (81,43%) dan Trichuris trichiura sebanyak 13 telur (18,57%) dengan rerata 4,4. Rerata selisih antara metode flotasi pasif dan flotasi sentrifugasi adalah 3,6.
Kesimpulan : Ada perbedaan hasil pemeriksaan jumlah telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada metode flotasi pasif dan flotasi sentrifugasi yang menggunakan larutan ZnSO4
Kata Kunci : Perbandingan Metode, Flotasi Pasif, Flotasi Sentrifugasi, Telur cacing Soil Transmitted Helminth