Institusion
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Author
Sri, Suranti
Isti, Suryani
Nugraheni, Tri Lestari
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2020-03-13 07:40:34
Abstract :
Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalens dan insiden yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya tinggi. Data d RSUD Wonosari tahun 2014 sampai 2017 yang menjalani hemodialisa rutin dan cito terjadi peningkatan yaitu sebanyak 274 pasien, meningkat 71,72 % pada tahun 2015, tahun 2016 meningkat menjadi 73,04 % dan menjadi 598 pasien pada tahun 2017. Kurangnya pengetahuan dan sikap akan mempengaruhi pasien dalam kekambuhan ataupun dalam pencegahan agar tidak terjadi komplikasi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan dan sikap pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RSUD Wonosari Gunungkidul.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan eksperimen semu ( Quasi Ekperiment) dengan rancangan pretest- posttes one group design. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Hemodialisa RSUD Wonosari Gunungkidul. Sampel dengan jumlah 40 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value pengetahuan sebesar 0,000 (<0,05), artinya terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan pasien antara sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi. Nilai p-value sikap sebesar 0,025 (p<0,05), artinya terdapat perbedaan yang bermakna sikap pasien antara sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi.
Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan pemberian konseling gizi terhadap pengetahuan dan sikap pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa
Kata Kunci : konseling gizi, pengetahuan, sikap, gagal ginjal kronik, hemodialisa