DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN FAKTOR IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI DESA TEGALREJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDANGSARI II TAHUN 2019
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Author
Sumarta Yasim,
Dyah Noviawati Setia Arum,
Nur Djanah,
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2020-06-22 01:52:58 
Abstract :
Latar Belakang: Stunting atau pendek merupakan kondisi gagal tumbuh pada bayi (0-11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) akibat dari kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kejadian stunting di indonesia tahun 2018 adalah 30,08 %. Stunting disebabkan faktor multidimensi, salah satunya faktor ibu yaitu tinggi badan ibu, tingkat pendidikan, status gizi, anemia dan usia ibu saat hamil. Tujuan Penelitian: Diketahui faktor ibu yang berhubungan dengan kejadian stunting Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada bulan september 2018 ? Mei 2019 menggunakan desain case control subjek penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Total sampel dari kedua kelompok sebanyak 88 sampel. Hasil Penelitian: Analisis chi-square menunjukan bahwa tinggi badan ibu p=0,000, tingkat pendidikan p=0,156, status gizi p=0,00, anemia p=0,001, usia saat hamil p=0,756. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa tinggi badan ibu p-value 0,001, tingkat pendidikan p= 0,040, status gizi p=0,001 dan anemia p=0,000. Tingkat Pendidikan dan usia saat hamil bukan faktor risiko kejadian stunting. Kesimpulan: Ada hubungan antara tinggi badan ibu, status gizi, dan anemia dengan kejadian stunting pada balita 0-59 bulan di desa Tegalrejo 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta