Institusion
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Author
Pipit Fitriani 1 *,
Niken Meilani 2 **,,
Nur Djanah3 ***,
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2019-12-17 03:44:56
Abstract :
Latar Belakang: Prevalensi anemia di Indonesia tahun 2013 pada wanita tidak
hamil kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun sebesar 35,3%. Pada tahun
2018 mengalami peningkatan menjadi 48,9%. Tujuan: Diketahui faktor-faktor
yang berhubungan dengan kejadian anemia pada siswi SMA di Wilayah Kerja
Puskesmas Kokap 1 Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini meliputi seluruh siswi SMA di Wilayah Kerja Puskesmas
Kokap 1 sebanyak 239 orang. Sampel berjumlah 102 responden. Analisis data
menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Dari 102 sampel, responden
yang mengalami anemia sebanyak 26,5%. Pada analisis bivariat didapatkan
hubungan volume menstruasi (P= 0,000), status ekonomi keluarga (P= 0,013) dan
kebiasaan sarapan pagi (P=0,000) dengan kejadian anemia. Tidak ada hubungan
antara siklus menstruasi (P= 0,363), IMT (P= 0,135), Pendidikan Ayah (P=
0,417), Pendidikan Ibu (P= 0,958) dan Keterpaparan Asap Rokok (P= 0,186).
Kesimpulan: Ada hubungan antara pola menstruasi, status ekonomi keluarga dan
kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada siswi SMA di Wilayah
Kerja Puskesmas Kokap 1 Kabupaten Kulon Progo.