Institusion
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Author
ALOISIUS YOGA DWIHANTORO,
Subject
RT Nursing
Datestamp
2020-09-16 04:02:27
Abstract :
Latar Belakang : Masalah psikososial khususnya perasaan takut dan cemas
selalu dialami setiap orang dalam menghadapi anestesi atau pembedahan.
Ketakutan dan kecemasan yang mungkin dialami pasien dapat dideteksi dengan
adanya perubahan-perubahan fisik seperti : meningkatnya tekanan darah, nadi
dan pernafasan, gerakan-gerakan tangan yang tidak terkontrol, telapak tangan
yang lembab, gelisah, menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali, sulit
tidur, sering berkemih.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan karakteristik pasien pre-operasi
laparatomi dengan general anestesi terhadap tingkat kecemasan diruang
persiapan RS.RK.Charitas Palembang.
Metode Penelitian : Penelitian ini adalah observasional cross-sectional. Jumlah
sampel yang diperoleh sebanyak 42 orang dengan teknik sampling yang
digunakan adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan uji statistik
chi square atau Kolmogorov-Smirnov Test jika syarat tidak terpenuhi dengan
tingkat kepercayaan 95% (?= 0,05).
Hasil Penelitian : Karakteristik pasien pasien preoperasi laparatomi dengan
general anestesi di ruang persiapan mayoritas laki-laki 54,8%, umur ? 35 tahun
dan > 35 tahun masing-masing 50%, belum pernah menjalani operasi 73,8%,
dan 83,3% berpendidikan lanjutan. Sebanyak 15 pasien atau 35,7% mengalami
tingkat kecemasan yang berat, 14 pasien atau 33,3% mengalami tingkat
kecemasan ringan, dan 13 pasien atau 31,0% mengalami tingkat kecemasan
sedang.
Kesimpulan : Karakteristik pasien pre-operasi laparatomi dengan general
anestesi yang mempunyai pengaruh terhadap tingkat kecemasan adalah
pengalaman operasi (p=0,020), dan pendidikan (p=0,030). Sedangkan jenis
kelamin (p=0.746) dan umur (p=0,931) tidak mempunyai pengaruh signifikan
dengan tingkat kecemasan pasien pre-operasi laparatomi general anestesi.
Kata Kunci: karakteristik pasien, pre-operasi laparatomi, general anestesi,
tingkat kecemasan.