Institusion
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Author
Widia Hanum Annisa Rahma,
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-10-22 06:06:23
Abstract :
Latar Belakang: Indonesia masih menghadapi tantangan dalam permasalahan gizi. Indonesia termasuk di dalam 17 negara diantara 117 negara yang saat ini mempunyai prevalensi tinggi kejadian stunting dan merupakan kontributor terbesar ke 5 di dunia dalam jumlah stunting pada balita. Berdasarkan profil kesehatan DIY Kulon Progo masih mengalami masalah stunting dengan prevalensi tertinggi (26,80%) berada di Puskesmas Samigaluh II. Stunting menyebabkan adanya gangguan di masa yang akan datang yakni mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.
Tujuan : mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memiliki balita stunting di Desa Kebonharjo wilayah kerja Puskesmas Samigaluh II.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita stunting (0-60 bulan) dan bersedia menjadi responden penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2020 sampai 4 Juni 2020. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data univariate.
Hasil : Ibu yang memiliki balita stunting berpendidikan SMA 52,4%, SD-SMP 47,6%, perguruan tinggi 0%, ibu yang mengalami KEK ketika hamil 47,6%, tidak mengalami KEK 52,4%, tinggi badan ibu dalam kategori pendek 52,4%, dalam kategori tinggi 47,6%, ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif 14,3%, dan yang memberikan ASI Eksklusif 85,7%.
Kesimpulan : Ibu yang memiliki balita stunting mayoritas berpendidikan SMA, tidak mengalami KEK saat hamil, tinggi badan pendek, dan mayoritas memberikan ASI Eksklusif.
Kata Kunci : stunting, karakteristik ibu