DETAIL DOCUMENT
PENGGUNAAN KOTAK BERISI BULU AYAM SEBAGAI PEREDAM SUARA MESIN PEMARUT KELAPA
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Author
OKTAFIA NURUL HIDAYATI,
Subject
TD Environmental technology. Sanitary engineering 
Datestamp
2020-10-01 01:53:11 
Abstract :
Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.Kep-51/Men/1999, intensitas kebisingan di industri diperbolehkan 85 dB A pada lama paparan 8 jam/ hari. Kebisingan yang melebihi nilai ambang batas tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya yaitu ketulian. Usaha pemarutan kelapa milik Bapak X yang terletak di kios Pasar Prambanan Kabupaten Sleman Yogyakarta menghasilkan kebisingan sebesar 92,36 dB A dengan lama paparan 10 jam/ hari, sehingga harus diturunkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kotak kayu yang berisi bulu ayam sebagai peredam suara bagi mesin pemarut kelapa milik Bapak X tersebut. Dengan menggunakan desain studi pre-test post-test with control, variasi kepadatan bulu ayam yang digunakan adalah 1 ons, 2 ons dan 3 ons untuk 3375 cm3 kotak. Pengukuran kebisingan menggunakan sound level meter, dengan titik pengukuran sejauh 3 m dari mesin. Data dianalisis dengan uji statistik one way Anova pada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan hanya menggunakan kotak kayu, kebisingan dapat turun sebesar 5,24%. Adapun setelah ditambahkan bulu ayam, kebisingan yang dihasilkan mesin dapat turun 10,10% (untuk kepadatan 1 ons/ 3375 cm3), dan sebesar 11,32% dan 13,19%, masing-masing untuk kepadatan bulu ayam 2 ons/ 3375 cm3 dan 3 ons/ 3375 cm3. Penurunan kebisingan yang paling tinggi adalah dari 92,36 dB A menjadi 80,18 dB A. Berdasarkan hasil tersebut, untuk mengurangi kebisingan di kiosnya, kepada Bapak X disarankan untuk menggunakan kotak kayu berisi bulu ayam dengan kepadatan 3 ons/ 3375 cm3 kotak. Kata kunci: kebisingan, peredam suara mesin, bulu ayam 

Institution Info

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta