Abstract :
Latar Belakang : Menurut Dinas Pendapatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman (2011), di Sleman terdapat 12 buah gereja yang kesemuanya telah dikelola oleh pengelola gereja dan juga telah mentaati persyaratan sanitasi tempat-tempat umum, sehingga tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan baik langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat yang berada di gereja maupun yang ada di lingkungannya.
Tujuan Penelitian : Diketahuinya hubungan antara tingkat pengetahuan petugas kebersihan gereja tentang sanitasi gereja dengan tingkat kebersihan fasilitasi sanitasi gereja. Hasil pengukuran di lakukan analisis statistik menggunakan Spearman Rank dengan taraf signifikan 5%.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survai dengan pendekatan cross sectional yang hasilnya akan dianalisis secara deskriptif dan analitik. Lokasi penelitian pada seluruh Gereja-gereja di wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta. Subjek Penelitian adalah petugas kebersihan gereja.
Hasil Penelitian : Tingkat pengetahuan kebersihan fasilitas sanitasi gereja di Kabupaten Sleman mayoritas dalam kategori tinggi (91,7%), sedangkan keadaan sanitasi gereja dalam kategori baik (83,3%). Secara deskriptif ada hubungan antara tingkat pengetahuan petugas gereja tentang sanitasi gereja dengan kebersihan fasilitas sanitasi gereja di Kabupaten Sleman. Hal ini ditunjukkan dengan signifikasi sebesar 0,016 (p < 0,05). Dengan demikian hipotesa yang diajukan terbukti. Artinya pengetahuan petugas gereja tentang sanitasi gereja mempengaruhi tingkat kebersihan fasilitas sanitasi gereja di Kabupaten Sleman.
Kesimpulan : Disarankan kepada pengelola gereja untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan sanitasi gereja yang bersih, sehat dan nyaman.
Kata kunci : Tingkat pengetahuan, petugas, sanitasi, gereja, fasilitas