Abstract :
Puring mempunyai kemampuan menyerap dan mengakumulasi zat
pencemar dan terdapat deposit aerosol yang melekat pada daun (Hendrasarie,
2007). Penelitian tanaman puring yang diletakkan di pinggir jalan raya pada 0
jam pemaparan, 12 jam pemaparan dan 24 jam pemaparan di peroleh hasil
kandungan Pb di dalam daun puring (Cordiaeum variegatum) adalah untuk
pemaparan 12 jam didapatkan hasil 5,36 mg/Kg, sedangkan pemaparan 24 jam
didapatkan hasil 13,31 mg/Kg (Dewi, 2012).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak
tanaman puring (Codiaeum variegatum) terhadap kadar Pb pada daun
puring.Dengan menggunakan waktu kontak Pre 0 jam, 4 jam, 8 jam dan 12 jam.
Jenis penelitian ini eksperimen semu dengan desain ?Pre- Post Test Only
Design? dengan menggunakan uji One Way Anava. Obyek dalam penelitian ini
adalah tanaman puring yang telah dipapari polutan Pb dengan jumlah
pengulangan sebanyak 6 kali. Untuk waktu kontak Pre 0 jam tanpa dilakukan
pemaparan, untuk waktu kontak 4 jam dilakukan 6 kali pengulangan, untuk waktu
kontak 8 jam dilakukan 6 kali pengulangan, dan untuk waktu kontak 12 jam
dilakukan 6 kali pengulangan.
Ada pengaruh waktu kontak tanaman puring (Cordiaeum variegatum)
terhadap kadar pada daun puring dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) <0,05 yaitu
0,000 untuk masing-masing waktu kontak 0 jam, 4 jam, 8 jam, dan 12 jam. Hasil
pemaparan 0 jam dengan rata-rata sebesar 0,000 mg/Kg, pemaparan 4 jam
dengan rata-rata sebesar 0,2672 mg/Kg, pemaparan 8 jam dengan rata-rata
sebesar 0,3447 mg/Kg, dan pemaparan 12 dengan rata-rata sebesar 0,5287
mg/Kg. Masyarakat dapat memanfaatkan puring sebagai tanaman yang mampu
menyerap polusi udara.
Kata Kunci : tanaman puring, waktu kontak, kadar Pb, polusi udara