DETAIL DOCUMENT
EFEKTIVITAS BERBAGAI DOSIS BIO-SLURRY SEBAGAI BUMBU KOMPOS TERHADAP WAKTU DAN KUALITAS KOMPOS DI DUSUN GADINGHARJO, DONOTIRTO, KRETEK, BANTUL
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Author
CATUR BUNGA NOVITAMALA,
Subject
TD Environmental technology. Sanitary engineering 
Datestamp
2020-10-23 02:28:14 
Abstract :
Sampah organik rumah tangga di Dusun Gadingharjo, Bantul belum terolah dengan baik. Pemanfaatan yang dapat dilakukan pada sampah organik rumah tangga yaitu melalui pengomposan. Salah satu bumbu kompos untuk mempercepat waktu dan kualitas kompos yaitu menggunakan bio-slurry. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas bio-slurry sebagai bumbu kompos terhadap waktu dan kualitas kompos di Dusun Gadingharjo, Donotirto, Kretek, Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Post Test With Control Group Design. Jumlah sampah yang diteliti 75 kg, diambil dengan teknik non random sampling. Lama waktu terbentuknya kompos dihitung dari awal pembuatan sampai kompos jadi dengan kriteria warna coklat kehitaman, berbau tanah, mendekati suhu stabil lingkungan. Unsur N, P, dan K didapatkan dari hasil pemeriksaan laboratorium di BBTKL. Lama waktu terjadinya kompos kelompok kontrol selama 34,7 hari, kelompok perlakuan 1:1:2 selama 25,3 hari, kelompok perlakuan 1:1:3 selama 27,3 hari, kelompok perlakuan 1:1:4 selama 29,7 hari. Hasil uji statistic data tersebut menghasilkan nilai p < 0,05 artinya ada perbedaan bermakna secara statistik. Kadar NPK kompos yang dihasilkan adalah: kelompok kontrol N 1,0438%, P 0,1880%, K 1,4045%, kelompok perlakuan 1 : 1 : 2 N 1,4639%, P 0,2699%, K 1,2320%, kelompok perlakuan 1:1:3 N 1,0465%, P 0,2707%, K 1,3154%, kelompok perlakuan 1:1:4 N 0,8865%, P 0,2285%, K 1,2992%. Kesimpulan dari penelitian ini, bio-slurry dapat dijadikan sebagai bumbu kompos untuk mempercepat waktu dan meningkatkan kualitas pengomposan. Penambahan yang paling efektif adalah 1:1:2. Kata Kunci : Bio-slurry, aktivator, kompos, NPK 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta