Abstract :
Saat ini, deteksi COVID-19 menggunakan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk mendeteksi asam nukleat virus, yang merupakan standar yang diakui untuk mendiagnosis COVID-19. Namun, hasil pendeteksian COVID-19 menggunakan RT-PCR seringkali memakan waktu lama dari jam hingga hari. Studi menunjukkan bahwa deteksi COVID-19 menggunakan data medis rontgen dada membutuhkan waktu yang lebih singkat dan memiliki sensitivitas yang lebih tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Telah dilakukan penelitian terkait deteksi COVID-19 menggunakan data medis rontgen dada yang dilakukan oleh Narin et al. Mengimplementasikan tiga model CNN yang berbeda seperti ResNet-50, InceptionV3, dan Inception-ResNetV2. Model tersebut memberi hasil lebih cepat dan akurat karena model CNN ini telah dilatih sebelumnya pada dataset ImageNet. Dan kinerja mereka dievaluasi pada set tes yang berisi 298 gambar sinar-X. Masih ada ruang untuk peningkatan kinerja yang berbeda. Karena dokter atau ahli yang berbeda memiliki pemahaman yang berbeda pula tentang citra yang sama. Selain itu, situasi gambar yang sama pada periode yang berbeda tidak sepenuhnya konsisten, dan kesimpulan yang dihasilkan akan berbeda. Oleh karena itu, penulis mengajukan sebuah ide yang berjudul Sistem Deteksi COVID-19 Berbasis Android Dengan Citra Chest X-Ray. Aplikasi ini dapat melakukan screening yang dapat membantu tenaga Kesehatan dalam pendeteksian COVID-19 sehingga dapat menambah keakuratan pendeteksian COVID-19 melalui antigen atau PCR..