Abstract :
Belimbing wuluh merupakan salah satu jenis tanaman buah dan obat tradisional. Kandungan kimia yang terdapat pada belimbing wuluh diantaranya yaitu alkaloid, saponin, dan flavonoid. Pada ektrak etanol daun belimbing wuluh mengandung saponin, tannin, steroid, flavonoid, dan alkaloid. Kandungan fenol total dan flavonoid yang terdapat pada ektrak daun belimbing wuluh berpotensi menjadi salah satu sumber antioksidan dan anti inflamasi alami.
Penelitian ini memliki tujuan untuk menentukan kadar total fenol pada buah, daun dan tangkai daun dari tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) ekstrak yang didapat dengan metode maserasi dengan perbandingan 1:10 dengan sampel sebanyak 20 gram dan pelarut 200 mL dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Kadar total fenol dilakukan menggunakan larutan standar asam galat dan pereaksi follin-ciocalteau diukur pada panjang gelombang 745 nm.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan total fenol pada ekstrak buah, daun dan tangkai daun belimbing wuluh secara berturut-turut sebesar 38,21%, 39,6%, dan 37,58%.
Kata kunci: total fenol, belimbing wuluh, Averrhoa bilimbi L., spektrofotometri UV-Vis.