Abstract :
Kompetensi komunikasi mengacu pada perilaku sosial efektif dalam situasi tertentu. Petugas farmasi merupakan salah satu jenis pekerjan yang dapat menerapkan kompetensi omunikasi terutama pada saat pemberian informasi obat yang nantinya berpengaruh dalam hal kualitas pelayanan kepada seorang pasien.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kompetensi komunkasi dengan kualitas pelayanan obat.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional dengan quota sampling menggunakan instrumen kuesioner yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan ? = < 0,05. Penelitian ini dilakukan di Apotek Kapten Ismail Kota Tegal.
Hasil yang didapatkan variabel komunikasi verbal kategori baik sebanyak 88 (88%) sedangkan komunikasi non verbal kategori baik sebanyak 75 (75%), serta variabel kualitas pelayanan obat kategori baik sebanyak 83 (83%). Hasil yang didapatkan setelah uji chi-square kategori hubungan komunikasi verbal dengan kualitas pelayanan obat (p = 0,015) dan hubungan komunikasi non verbal dengan kualitas pelayanan obat (p = 0,003).
Dapat disimpulkan dari data yang diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi komunikasi dengan kualitas pelayanan obat.
Kata kunci: Kualitas; komunikasi; verbal; non verbal; pelayanan obat