Institusion
Politeknik Harapan Bersama
Author
Satyaning Luhur, Sekar Indah
Subject
Q Science (General)
Datestamp
2023-06-12 09:26:07
Abstract :
Bawang merah merupakan salah satu bumbu yang sering dipakai dalam berbagai masakan indonesia. Selain itu, bawang merah juga dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Salah satu kandungan senyawa tertingginya yaitu flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dalam mencegah radikal bebas dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid tertinggi pada simplisia bawang merah (Allium cepa L.) yang dikeringkan menggunakan oven dengan variasi suhu yang berbeda ? beda diantaranya yaitu pada suhu 30?, 50? dan 70?.
Metode ekstraksi yang dipakai pada penelitian ini yaitu maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut. Uji kualitatif dilakukan dengan uji senyawa dan KLT. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang merah mengandung senyawa flavonoid. Kadar flavonoid yang diperoleh pada suhu 30? sebanyak 64,358%, pada suhu 50? sebanyak 85,608% dan pada suhu 70? sebanyak 49,191%.
Dapat disimpulkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh terhadap kadar flavonoid yang terdapat pada bawang merah (Allium cepa L.) dan kadar flavonoid tertinggi yang diperoleh yaitu pada suhu 50? sebanyak 85,608%.
Kata Kunci: Bawang merah, Flavonoid, Suhu pengeringan, Spektrofotometri UV-Vis.