Abstract :
Sinar matahari merupakan anugerah alam yang memiliki manfaat dan peran yang
sangat penting, dilain pihak sinar matahari juga bisa memberikan dampak buruk
terhadap kesehatan, terutama kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk
memperkirakan nilai SPF dari hasil fraksinasi yaitu fraksi n-heksan, dan fraksi etil
asetat daun pandan (Pandanus amaryllifolius). Daun pandan mengandung senyawa
fenolik khususnya golongan flavanoid dan tanin mempunyai potensi tabir surya
karena adanya gugus kromofor.
Penelitian ini dilakukan secara in vitro menggunakan metode Spektrofotometri UV?Vis. Absorbansi fraksi daun pandan diukur pada panjang gelombang sinar UV-B
yaitu 290-320 nm. Penentuan nilai SPF menggunakan persamaan mansur. Hasil
pengujian menunjukan bahwa adanya nilai SPF pada daun pandan dan terjadi
perbedaan nilai SPF pada fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air.
Hasil pengujian nilai SPF paling tinggi yaitu fraksi etil asetat 16,244 dengan
kategori ultra, lalu fraksi air 9,617 dengan kategori maksimal dan fraksi n-heksana
4,123 dengan kategori sedang.