Abstract :
Flavonoid merupakan suatu senyawa yang jika diekstraksi tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung, sehingga pada proses ekstraksi digunakan metode ekstraksi cara dingin. Tanaman Salak Pondoh merupakan buah khas dari Indonesia yang dapat ditemukan hampir di setiap daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode ekstraksi manakah yang paling tinggi antara metode maserasi dan perkolasi dan untuk mengetahui perbedaan kadar flavonoid pada ekstrak kulit buah Salak Pondoh dari hasil maserasi dan perkolasi berdasarkan analisa spektrofotometri UV ? Vis.
Metode penelitian ini menggunakan eksperimen. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu random sampling. Ekstrak kulit buah Salak Pondoh dibuat dengan menggunakan metode maserasi dan perkolasi dengan pelarut etanol 70% dengan masing-masing perbandingan 1:7,5. Kemudian hasil ekstrak akan dilakukan uji kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan uji kuantitatif menggunakan uji spektofotometri UV-Vis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi linier dan deskriptif.
Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan kadar flavonoid total pada metode maserasi dan metode perkolasi. Kadar flavonoid total pada ekstrak kulit buah Salak Pondoh yang menggunakan metode ekstraksi maserasi sebanyak 1,66%, sedangkan untuk perkolasi sebanyak 2,981% dengan perbedaan selisih sebanyak 1,321%. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode perkolasi menghasilkan kadar flavonoid total terbanyak pada ekstrak kulit buah Salak Pondoh.