Abstract :
Swamedikasi adalah upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk
mengatasi penyakit sebelum mencari pertolongan dari tenaga kesehatan.
Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit
ringan yang sering terjadi dikalangan masyarakat, seperti batuk. Batuk sendiri
dibedakan menjadi 2 yaitu batuk berdahak dan batuk tidak berdahak. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan
swamedikasi batuk di desa sidaharja.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian desktriptif analitik.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Data yang
dikumpulkan adalah data kuantitatif menggunakan kuesioner. Populasi penelitian
ini adalah warga di RT. 23/RW. 09 Desa Sidaharja. Pengambilan sampel dilakukan
dengan menggunakan purposive sampling sebanyak 76 Responden. Analisis data
menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 86,18% responden mempunyai tingkat
pengetahuan yang baik dan 12,2% responden mempunyai pengetahuan yang cukup.
Kemudian tingkat swamedikasi batuk menunjukkan bahwa 82,9% responden dalam
kategori baik dan 17,1% kategori cukup. Terdapat hubungan yang signifikasn
antara tingkat pengetahuan dengan swamedikasi batuk dengan nilai yang signifikan
0,000 (<0,005). Tingkat pengetahuan swamedikasi berikut sesuai dengan signifikan
dalam hubungan swamedikasi batuk. Oleh hal itu perlu tujuan edukasi untuk
masyarakat dalam hubungan pengetahuan swamedikasi.
Kata Kunci : Swamedikasi, Batuk, Tingkat Pengetahuan