Abstract :
Daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) diketahui mengandung minyak atsiri, kandungan dari daun kayu putih, dimanfaatkan untuk membuat obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rasio pelarut n-Heksana dan etanol terhadap rendemen ekstrak daun kayu putih.
Metode ekstraksi yang digunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut n-Heksana dan etanol 96%. Uji makroskopis dengan mengamati bau, warna, bentuk, dan rasa. Uji mikroskopis mendapat fragmen epidermis, rambut penutup, epidermis bawah, serabut hablur, kristal kalsium oksalat. Uji kulitatif menggunakan pereaksi sudan III, etanol 96% dan uji KLT. Penelitian bersifat deskriptif, dengan menggunakan daun kayu putih, yang diambil dari Desa Dukuhwringin. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui jumlah rendemen terbanyak dari metode maserasi dan KLT.
Hasil dari ekstraksi dengan rasio pelarut n-Heksana dan etanol 96%. Perbandingan pelarut 1:2 menghasilkan rendemen 19,33%, perbandingan pelarut 1:1 menghasilkan rendemen 39,81%, perbandingan pelarut 2:1 menghasilkan 26,49%.