Abstract :
Komunikasi dalam praktik farmasi sebagai peran komunikatif apoteker dan staf
farmasi pada, pemecahan masalah, perawatan farmasi, dan layanan konseling.
Komunikasi yang tepat membantu pasien nilai dan informasi, pendidikan, dan saran
yang diberikan, penggunaan obat yang rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran kompetensi komunikasi yang di lakukan oleh farmasi di
Apotek Perintis Kota Tegal.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang
menggambarkan situasi objektif. Sampel penelitian sebanyak 100 responden dari
total 1.555 populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui Teknik
accidental Sampling pada pasien apotek Perintis Kota Tegal data kemudian di
analisis dengan chi-square dengan ? = >0,05.
Hasil data analisis dari kategori hubungan komunikasi verbal dengan kepuasan
pada pasien apotek Perintis kota Tegal menunjukan data (71%) responden memilih
cukup baik dan (29%) responden memilih baik. Sedangkan pada kategori hubungan
komunikasi non verbak dengan kepuasan pasien apotek perintis kota Tegal
menunjukan data (80%) responden memilih cukup baik dan (20%) responden
memilih baik. Hasil dari uji chi-square antara kompetensi komunikasi verbal
dengan kepuasan pelayanan Obat (p = 0,114) dan komunikasi non-verbal dengan
kepuasan pelayanan obat (p = 0,532)
kompetensi komunikasi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan
pelayanan obat.