Abstract :
Bahaya radikal bebas dapat diatasi dengan antioksidan. Daun telang mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan proteksi diri dari bahaya radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan pelarut ekstraksi yang digunakan terhadap kadar aktivitas antioksidan ekstrak daun telang dan pelarut apa yang menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen sedangkan teknik sampling berupa purposive sampling pada sampel ekstrak daun telang dengan pelarut etanol 95% dan metanol. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.
Hasil penelitian didapatkan bahwa maserasi ekstrak etanol 95% sebesar 28,43 gram sedangkan ekstrak metanol sebesar 22,64 gram. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak dengan konsentrasi 20 ppm, 40 ppm, 50 ppm dan 80 ppm didapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 95% sebesar 79,33 ?g/mL, ekstrak metanol sebesar 26,32 ?g/mL, dan vitamin C sebesar 3,36 ?g/mL. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh dari perbedaan pelarut yang digunakan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun telang; dan pelarut metanol menghasilkan ekstrak daun telang yang memiliki aktivitas antioksidan lebih aktif dibandingkan ekstrak etanol 95% daun telang.