Abstract :
Ubi Jalar (Ipomoea batatas (L).Lam) mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Metode perkolasi digunakan karena adanya pergantian larutan dapat meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi yang
memungkinkan proses penyarian lebih sempurna. Sedangkan metode refluks digunakan karena pengaruh perlakuan panas pada refluks meningkatkan kemampuan pelarut mengekstraksi senyawa lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode perkolasi dan refluks terhadap aktivitas antioksidan pada ekstrak kulit Ubi Jalar.
Metode penelitian menggunakan eksperimen di laboratorium. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah puposive sampling. Sampel yang digunakan adalah Ubi Jalar Ungu bagian kulitnya. Metode ekstraksi yang digunakan adalah perkolasi dan refluks dan perbandingan antara pelarut dengan sampel yang digunakan sebesar 1 : 5. Sampel diuji dengan uji spektrofotometri UV-Vis dan hasilnya dianalisis
secara deskriptif.
Dari hasil penelitian ini diperoleh aktivitas antioksidan ekstrak kulit Ubi Jalar Ungu dengan metode perkolasi sebesar 69,26 ppm dan metode refluks sebesar 45,86 ppm. Perbedaannya yaitu metode refluks tergolong sangat kuat sedangkan metode perkolasi tergolong kuat. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak kulit Ubi Jalar Ungu dengan metode refluks jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
metode perkolasi.