Abstract :
Daun Belimbing wuluh merupakan tanaman jenis obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit. Kandungan fenol pada daun belimbing wuluh sangat berguna bagi kesehatan, terutama senyawa tanin yang
terkandung di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa tanin dan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun Belimbing Wuluh dengan metode ekstraksi maserasi dan refluks.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode ekstraksi menggunakan
pelarut etanol 70%. Analisis data diuji dengan metode Spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan diolah dengan Microsoft Excel.
Hasil penelitian menunjukkan daun Belimbing Wuluh positif mengandung senyawa tanin dengan perubahan warna hitam kehijauan. Nilai IC50 sampel dari metode maserasi sebesar 95,49 µg/mL dan sampel dari metode refluks sebesar 158,48 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan yang paling baik pada sampel daun Belimbing Wuluh yaitu metode maserasi dilihat dari hasil nilai IC50 yang didapatkan.