Abstract :
Sengketa dan perselisihan terkait tanah dan hak kepemilikan sering terjadi, mengingat banyaknya kepemilikan tanah yang belum terdaftar secara resmi kepada pihak berwenang. Pendataan tanah merupakan aspek penting dalam Administrasi kepemilikan tanah oleh pemerintah daerah. Namun, metode survei langsung yang masih digunakan di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Brebes memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi dan akurasi. Untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pendataan tanah, perlu dikembangkan sebuah aplikasi website yang memiliki fitur image-to-text sehingga teks pada hasil scan formulir dapat dikonversi menjadi string secara otomatis dan disimpan ke dalam database. Dengan menggunakan teknologi informasi yang canggih, aplikasi ini dapat mengurangi kesalahan Input data dan mempercepat aksesibilitas data bagi semua pihak yang berkepentingan. Penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pendataan tanah, serta mengatasi keterbatasan metode tradisional yang memakan waktu dan sumber daya besar. Dengan demikian, pendataan tanah dapat dilakukan dengan lebih efisien dan akurat, sehingga memfasilitasi pengembangan lahan yang sesuai dengan kebutuhan penduduk dan mencegah perselisihan terkait kepemilikan tanah.
Kata kunci: sengketa tanah, hak kepemilikan, pendataan tanah