Abstract :
Museum Semedo didirikan untuk melestarikan tinggalan kehidupan manusia
purba, mempublikasikan hasil penelitian, serta memberikan edukasi kepada
masyarakat mengenai nilai penting Semedo sebagai salah satu situs arkeologi dan
situs manusia purba terkemuka. Namun terdapat permasalahan pada saat petugas
museum memberikan informasi kepada pengunjung karena keterbatasan waktu
dan Museum Semedo belum melakukan proses digitalisasi koleksi secara
maksimal. Sehingga informasi digital berkaitan dengan koleksi sulit diakses dan
tidak terdisiminasi secara luas di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk
membangun penyedia informasi berbasis chatbot yang dapat memberikan
informasi seputar museum. Penelitian ini menggunakan alogritma Recurrent
Neural Network untuk sistem chatbot. Hasil evaluasi model menunjukkan bahwa
sistem chatbot yang dikembangkan mencapai tingkat akurasi sebesar 82%. Hal ini
mengindikasikan bahwa chatbot mampu memberikan jawaban yang relevan dan
sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh pengguna.