Abstract :
Pengelolaan sumber daya air merupakan hal yang cukup kompleks dan sulit diatur secara manual. Sistem irigasi yang kurang efektif dan efisien dapat mengakibatkan penggunaan sumber daya air yang berlebihan atau kurang sehingga mengurangi produktivitas pertanian dan menimbulkan dampak lingkungan yang tidak diinginkan. Sistem irigasi konvensional juga sering kali kurang terintegrasi dan sulit dikontrol secara langsung. Hal ini bisa berdampak pada penggunaan sumber daya air yang tidak efektif dan efisien Metodologi untuk merancang sistem-sistem perangkat lunak menggunakan SDLC (Software Development Life Cycle) dengan model waterfall. Hasil perancangan saluran irigasi persawahan menggunakan mikrokontroller Arduino IDE dengan cara Motor DC memberikan air secara otomatis, Waterflow Sensor membaca debit air yang diberikan pada persawahan, Waterlevel Sensor membaca ketinggian air, Soil Moisture Sensor membaca kelembaban, dan Raindrop Sensor membaca keadaan cuaca pada lahan persawahan. Kemudian hasilnya akan ditampilkan pada aplikasi Android Serial Bluetooth.
Kata kunci : Arduino IDE, Wemos D1 R32, Waterflow Sensor, Waterlevel Sensor, Soil Moisture Sensor, Raindrop Sensor, Aplikasi Android