Abstract :
Permasalahan di Kopi Chuseyo Tegal adalah ketika menentukan biaya produksi, ada beberapa overhead yang tidak diperhitungkan. Karena metode akuntansi tradisional masih digunakan dalam penetapan harga pokok produksi, maka metode ABC (Activity Based Costing) digunakan untuk menentukan harga jual kopi Tegal Chuseyo. Jenis Data adalah deskriptif kuantitatif dan kuantitatif. Sumber data adalah data primer yang dikumpulkan oleh Kopi Chuseyo Tegal dan terkait dengan penelitian, seperti wawancara dengan pemilik. dan data sekunder ini berupa biaya-biaya yang berhubungan dengan proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penetapan biaya metode activity based costing memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan metode tradisional. Dalam metode ABC, biaya total setiap produk dibebankan ke beberapa faktor biaya. Undercost disebabkan tidak semua biaya operasional barang yang dibutuhkan untuk bahan baku produksi kopi (pengadaan) menjadi biaya, tetapi hanya sebagian saja yang menjadi biaya karena sisanya masih tersedia (inventory).