Abstract :
Masyarakat melakukan pengeringan ikan asin dengan cara penjemuran menggunakan rak atau papan yang ditata pada tempat terbuka. Cara tersebut membuat kadar air berkurang selama proses pengeringan, sehingga makin memperpanjang daya tahan ikan asin, terutama pada saat ikan melimpah. Cuaca sangat penting bagi industri ikan asin, salah satunya dalam hal pengeringan ikan. Apabila terjadi hujan, akan sangat merugikan bagi pengusaha yang memproduksi ikan asin. Maka diperlukan sebuah sistem inovasi yang dapat membantu proses penjemuran dan pengeringan agar tidak dirugikan, dengan menggunakan sensor fc-37 sebagai pendekteksi hujan dan sensor dht22 sebagai pembaca suhu di rata-rata berapa agar ikan kering sempurna.
Metode yang digunakan pada penelitian yaitu Research and Development R&D adalah penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk.
Dengan adanya sistem otomatis ini, produsen dapat menghemat waktu dalam penjemuran ikan asin dari yang awalnya 48 jam menjadi 21 jam saja dengan penjemuran di bawah matahari selama 10 jam dan pengeringan dengan lampu pijar selama 9jam.