Abstract :
Biji alpukat mengandung senyawa flavonoid yang berperan penting dalam efek kesehatan termasuk sebagai tabir surya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai SPF dari biji alpukat segar dan biji alpukat kering yang sudah berbentuk ekstrak.
Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, uji senyawa fenol menggunakan skrining fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis, dan uji nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis.
Berdasarkan uji identifikasi senyawa flavonoid dan polifenol, kedua sampel menghasilkan positif adanya senyawa flavonoid dan polifenol. Pada uji Kromatografi Lapis Tipis kedua sampel menghasilkan adanya bercak noda berwarna kuning yang berarti kedua sampel tersebut positif adanya senyawa flavonoid. Hasil uji nilai SPF, sampel biji alpukat segar menghasilkan nilai SPF 1,59 tidak masuk dalam standar nilai SPf dan sampel biji alpukat menghasilkan nilai SPF 5,48 masuk dalam katagori sedang.
Kata kunci:Biji alpukat,tabir surya, Spektrofotometri UV-Vis,maserasi