DETAIL DOCUMENT
FAKTOR PENENTU TERJADINYA PENYALAHGUNAAN DANA DESA DENGAN PENDEKATAN TEORI FRAUD HEXAGON (STUDI PADA DESA SE - KABUPATEN BREBES)
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Harapan Bersama
Author
Ani, Sindy
Subject
HF5601 Accounting 
Datestamp
2024-03-07 08:51:01 
Abstract :
Dana desa adalah dana yang sumbernya dari APBN untuk desa ditransfer melalui APBD kabupaten/Kota. Dana desa dipergunakan untuk membiaya penyelenggaran pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan peberdayaan masyarakat. Fraud adalah perbuatan yang secara sengaja untuk tujuan tertentu seperti manipulasi atau kecurangan. Kecurangan bisa saja dilakukan oleh siapapun dengan secara sengaja. Sebelum adanya teori hexagon adapun juga teori dari fraud triangle, pentagon, diamod dan lainnya, teori hexagon ini penyempurnaan dari teori sebelumnya. Salah satunya pada teori fraud hexagon ini ada 6 yaitu, tekanan, kemampuan, kolusi, kesempatan, rasionalisasi dan ego. Pada teori hexagon baik dari atasan ataupun karyawan biasa melakukan kecurangan dengan berbagai alasan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pada faktor penentu terjadinya penyalahgunaan dana desa dengan pendekatan teori fraud hexagon pada desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Populasi pada seluruh desa di Kabupaten Brebes, dengan menggunakan metode kuantitatif. Pada sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat yang di uji menggunakan SPSS 24 dengan hipotesis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil Pada teori fraud hexagon terdiri dari tekanan, kemampuan, kolusi, kesempatan, rasionalisasi dan ego tidak memiliki pengaruh terhadap penyalahgunaan dana desa. Sedangkan rasionalisasi memiliki pengaruh terhadap penyalahgunaan dana desa. Pada hasil penelitian ini, menegaskan banyak beberapa faktor yang memyebabkan terjadinya suatu tindak kecurangan yang terjadi, sehingga perlunya meningkatkan kualitas dalam pengelolaan dana desa. 
Institution Info

Politeknik Harapan Bersama