Abstract :
Indonesia, terletak dibawah garis khatulistiwa, mengalami paparan cahaya matahari
sepanjang tahun dengan suhu tinggi, berpotensi menyebabkan masalah kulit tubuh
dari efek sinar UV-A dan UV-B. Sebagai negara maritime, Indonesia memiliki
potensi pengembangan kekayaan alam, terutama rumput laut (Glacilaria Sp.) yang
memiliki kandungan karotenoid dan kencur (Kaempferia galanga) yang
mengandung Etil P-Metoksisinamat (EPMS) yang bagus dikombinasi menjadi
bahan dasar tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan
kombinasi optimal bahan aktif dari rumput laut dan kencur untuk formula krim tabir
surya berdasarkan nilai SPF yang diukur menggunaan Spektrofotometri UV-Vis.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi
menggunaan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak dibuat krim dan diuji
sifat fisiknya, uji stabilitas dan uji nilai SPF menggunaan Spektrofotometri UV-Vis
dengan absorbansi 290-320 nm. Analisis data pada penelitian ini menggunakan
deskriptif.
Hasil uji menunjukkan bahwa krim yang mengandung ekstrak rumput laut dan
kencur memiliki berbagai nilai SPF pada keempat formula, dengan nilai Formula I
didapat nilai SPF 36,7; Formula II 34,6; Formula III 29,9; dan Formula IV 31,5.
Formula I memiliki nilai SPF tertinggi yaitu 36,7 sementara Formula III miliki nilai
SPF terendah yaitu 29,9. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi ekstrak
rumput laut (Glacilaria Sp.) dan kencur (Kaempferia galanga) pada nilai SPF
dalam pembuatan sediaan krim.
Kata kunci: Kencur, Krim Tabir Surya, Rumput Laut, Spektrofotometri, SPF