Abstract :
Permasalahan gigi dan mulut umum dialami setiap individu mulai usia anak-anak hingga lansia, salah satu yang umum adalah permasalahan karies gigi. Pada infeksi bakteri karies gigi, penggunaan antibiotik beresiko mengalami resistensi sehingga dapat dilakukan pendekatan terapi lain menggunakan obat- obatan herbal. Salah satu bahan herbal yang berpotensi dapat dikembangkan dalam pengobatan infeksi karies gigi adalah arang aktif (Activated Charcoal). Penelitian ini bertujuan untuk memberi solusi pencegahan yang lebih praktis dengan membuat formulasi obat kumur yang berbahan herbal seperti arang aktif (Activated Charcoal).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode aktivasi kimia untuk mengaktifkan sifat adsorben pada arang, dan metode difusi sumuran untuk mengetahui perbandingan zona hambat antibakteri pada masing-masing formulasi mouthwash dengan konsentrasi arang aktif 2%, 6%, 12%, kontrol positif dan kontrol negatif.
Dalam penelitian ini dinyatakan bahwa arang aktif dapat diformulasikan sebagai sediaan mouthwash. Formulasi sediaan mouthwash arang aktif memiliki uji sifat fisik yang baik, kecuali pada hasil uji viskositas menyatakan bahwa semua sediaan mouthwash tidak memenuhi standarisasi. Semua hasil uji aktivitas antibakteri pada formulasi mouthwash arang aktif mengalami kontaminasi benda asing, kecuali hasil uji pada sediaan kontrol positif memiliki luas zona hambat antibakteri sebesar 15,5 mm yang dapat dikategorikan kuat.