Institusion
Politeknik Harapan Bersama
Author
Febrianti, Mutiara Nur Suci
Subject
QR Microbiology
Datestamp
2024-08-28 06:42:33
Abstract :
Penyakit kulit menjadi salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang paling
banyak dijumpai di Indonesia. Salah satu bakteri penyebab penyakit kulit adalah
bakteri Staphylococcus aureus. Eco-enzyme merupakan cairan organik hasil
fermentasi limbah organik, air dan gula molase. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap pertumbuhan bakteri
Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen
laboratorium menggunakan metode simple random sampling. Eco-enzyme yang di
fermentasi selama 3 bulan, 4 bulan dan 5 bulan diuji aktivitas antibakterinya
terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi
sumuran dengan aquadest setril sebagai kontrol negatif. Hasil data penelitian
dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Eco-enzyme yang
telah difermentasi selama 3 bulan, 4 bulan, dan 5 bulan dapat menghambat
pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata rata zona hambat
masing-masing 13,73 mm, 17,73 mm, dan 21,4 mm. Hasil menunjukkan adanya
perbedaan aktivitas antibakteri pada maring-masing sampel eco-enzyme terhadap
penghambatan bakteri Staphylococcus aureus. Waktu fermentasi paling baik bagi
eco-enzyme untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus berdasarkan
penelitian ini adalah 5 bulan dengan rata-rata diameter zona hambat bakteri
sebesar 21,4 mm dan termasuk kategori sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian
ini adalah semakin lama waktu fermentasi semakin besar pula diameter zona
hambat bakteri Staphylococcus aureus yang dihasilkan.