Abstract :
Granul tahap kritis untuk menentukan kualitas fisik bentuk granul yang nantinya akan diproses tahap selanjutnya. Masing-masing metode granulasi memiliki keunggulan dan kelemahan terhadap zat aktif yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode granulasi dalam pembuatan granul effervescent ekstrak kulit buah naga merah terhadap stabilitas fisik.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium. Metode yang digunakan dalam pembuatan granul effervescent ekstrak kulit buah naga merah berupa granulasi basah dan granulasi kering.
Hasil penelitian menunjukan penggunaan metode granulasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap waktu alir, sudut diam, kompresibilitas dan waktu larut. Evaluasi uji stabilitas fisik dilakukan pada minggu ke 1 sampai 3 untuk mengetahui kestabilan fisik granul. Uji organoleptis dan uji pH secara keseluruhan tidak menunjukan signifikan perbedaan diantara metode granulasi basah dan granulasi kering, kecuali terhadap parameter waktu alir, kompresibilitas, dan sudut diam. Metode yang paling baik pada granul ekstrak kulit buah naga adalah metode granulasi kering jika dilihat dari penyimpanan, stabilitas fisiknya lebih optimal dan stabil dibandingkan metode granulasi basah.