Abstract :
Maraknya polusi udara saat ini karena gaya hidup masyarakat Indonesia yang memilih kendaraan bermotor saat berpergian, hal ini mengakibatkan radikal bebas di alam meningkat. Bahaya radikal bebas dapat diatasi dengan antioksidan. Salah satu sumber antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas adalah tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan antara metode ekstraksi maserasi dan perkolasi terhadap nilai IC50 ekstrak bunga telang.
Ekstraksi bunga telang dilakukan dengan metode maserasi dan perkolasi dengan menggunakan etanol 96%. Identifikasi bunga telang dilakukan secara makroskopik dan mikroskopik. Identifikasi senyawa kimia dilakukan uji Kromatografi Lapis Tipis. Penentuan nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Analisis data menggunakan regresi linear.
Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstraksi maserasi sebesar 9,57 gram sedangkan ekstraksi perkolasi sebesar 18,46 gram. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak dengan konsentrasi 20 ppm, 40 ppm, 50 ppm dan 80 ppm, kemudian didapatkan nilai IC50 pada ekstraksi maserasi sebesar 317,49 µg/ml, ekstrak perkolasi sebesar 6,31 µg/ml. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dari perbedaan metode ekstraksi yang digunakan terhadap nilai IC50 ekstrak bunga telang, metode perkolasi menghasilkan ekstrak bunga telang yang memiliki nilai IC50 lebih aktif dibandingkan metode maserasi ekstrak bunga telang.
Kata Kunci: antioksidan, Bunga Telang, DPPH, maserasi, perkolasi