Abstract :
Seiring dengan perkembangan dibidang konstruksi, pengelasan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan industri, Karena mempunyai
peranan yang sangat penting. Hampir pada setiap pembangunan suatu konstruksi
dengan logam melibatkan unsur pengelasan. Salah satu jenis pengelasan yang
dipakai untuk mengelas baja karbon adalah Gas Metal Arc Welding (GMAW). ST
37 dan SS 400 adalah salah satu jenis baja berkarbon rendah kurang dari 0,30 %,
baja karbon rendah sangat baik sekali untuk disambung dengan proses pengelasan
karena mempunyai sifat las yang baik (machinability). Adapun pengelasan MIG
adalah pengelasan yang menggunakan gas pelindung CO2 saat proses pengelasan
berlangsung. Metode eksperimental diterapkan pada pembentukan kampuh V 60
derajat, pembentukan spesimen, proses pengelasan MIG dan pengujian tarik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik sambungan las MIG pada
baja karbon rendah ST 37 dan SS 400 dengan sudut kampuh V 60 derajat dan variasi
arus pengelasan 60 dan 70 ampere dengan posisi pengelasan 1G. Hasil dari
penelitian ini menunjukan peningkatan pada kuat arus pengelasan berpengaruh
terhadap nilai kekuatan tariknya. Nilai kekuatan tarik tertinggi terdapat pada variasi
arus 70A yaitu sebesar 354,66 N/mm2. Dan nilai kekuatan tarik terendah terdapat
pada variasi arus 60A yaitu sebesar 331,59 N/mm2.