Abstract :
Kerf bukanlah sekadar hal kecil, tetapi merupakan fondasi dalam merancang
komponen dengan dimensi yang pas. Menginternalisasi konsep ini memungkinkan
pembuatan dengan toleransi yang ketat, sehingga dapat menghindari kemungkinan
kesalahan fatal dalam produksi. Untuk mendapatkan kerf memerlukan beberapa
proses, salah satunya proses pemotongan bahan. Salah satunya dengan
menggunakan plasma cutting. mekanisme plasma cutting yaitu menggunakan gas
terionisasi dan dialirkan dengan temperatur sangat tinggi yang biasanya digunakan
dalam pemotongan logam seperti stainless steel, paduan titanium, tembaga,
magnesium, besi, baja dan aluminium. Dari berbagai bahan yang digunakan untuk
pemotongan, bahan tembaga ini mempunyai sifat lunak dan liat. Metode penelitian
ini dengan mengumpulkan data-data dari internet, buku referensi dan jurnal-jurnal
yang relevan terkait dengan topik penelitian yang dibahas, untuk proses pengujian
yaitu memotong bahan menggunakan plasma cutting yang dikombinasi
menggunakan rel otomatis, dengan Panjang potongan 6 cm dan menggunakan
kecepatan motor controller 8 putaran, dan kuat arus 45 A dan 55 A, menghasilkan
data kecepatan rata-rata 45 A 1,02 mm/s sedangkan 55 A 1,03 mm/s, dan
menghasilkan rata-rata lebar kerf 45 A 2,94 mm dan 55 A 2,66 mm, semakin besar
kuat arus menghasilkan kerf yang lebih kecil dengan tekanan angin yang sama yaitu
3 bar.