Abstract :
Gummy candy merupakan salah satu produk pangan yang populer, namun sering kali mengandung bahan tambahan kimia yang berpotensi merugikan kesehatan, terutama terkait dengan pertumbuhan bakteri dalam mulut seperti Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada formula berapa sediaan gummy candy dari ekstrak mangga arum manis paling baik dilihat darri sifat fisiknya dan yang paling efektifitas sebagai antibakteri pada Streptococcus mutans. Dengan masing masing konsentrasi yang digunakan adalah FI 2,5%, FII 5% dan FIII 7,5%. Pada gummy candy terdapat uji evaluasi sifat fisik yaitu uji organoleptik, uji pH, uji kadar air dan uji kadar abu, uji aktifitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran digunakan 3 media untuk perkembangbiakan bakteri, yaitu NA (Nutrient Agar) sebagai media penyuburan, (Brain Heart Infusion) BHI sebagai media penyuburan, dan (Mueller Hinton Agar) MHA sebagai media selektif bakteri. Pengamatan zona hambat dilakukan dengan cara random sampling.
Hasil menunjukan bahwa pada gummy candy ekstrak mangga arum manis paling baik dilihat dari sifat fisiknya yaitu pada formula I karena pada uji pH didapatkan pH sesuai standar, dan yang paling efektifitas sebagai antibakteri pada Streptococcus mutans yaitu pada formula III didapatkan daya hambat yang paling efektif adanya aktifitas antibakteri terhadap gummy candy ekstrak mangga arum manis terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Kesimpulannya pada gummy candy ekstrak mangga arum manis paling baik dilihat dari sifat fisiknya yaitu pada formula I (2,5%), dan yang paling efektifitas sebagai antibakteri pada Streptococcus mutans yaitu pada formula III (7,5%).
Kata Kunci: Gummy candy, Mangga arum manis, Sumuran, Streptococcus mutans