DETAIL DOCUMENT
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SABUN DARI EKSTRAK DAUN TURI (SESBANIA GRANDIFLORA L)
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Harapan Bersama
Author
Annisa, Annisa
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2024-12-10 02:25:52 
Abstract :
Indonesia menghadapi masalah kesehatan kulit akibat paparan sinar matahari tinggi, polusi udara dan gaya hidup tidak sehat. Solusi perawatan kulit dengan pengunaan sabun yang mengandung antibakteri seperti daun turi. Tujuan penelitian untuk melihat apakah metode pengeringan dapat mempengaruhi uji sifat fisik dan apakah terdapat antibakteri di dalamnya. Penelitian ini merupakan metode eksperimen dengan teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 2 kg daun turi. Proses pengeringan mengunakan oven dan sinar matahari yang diekstraksi dengan metode refluks. Sabun dibuat dengan metode semi panas menghasikan dua formulasi, F1 dan F2. Formulasi melewati uji sifat fisik organoleptik, pH, bobot jenis, tinggi busa, viskositas, serta uji antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan daun turi mengandung zat flavonoid ditandai dengan warna kuning. Berdasarkan uji organoleptik, sabun memiliki bentuk, tekstur, warna, bau yang khas dan uji pH menghasilkan pH 6. Hasil uji bobot jenis menghasilkan 0,9736-0,9888 g/ml dan uji tinggi busa F1 160mm, F2 170mm. Uji viskositas memiliki rata-rata F1 2693cPs, F2 2909cPs keduanya masuk dalam rentang standar. Dapat disimpulkan bahwa metode pengeringan mempengaruhi uji fisik sabun melihat hasil uji yang telah dilakukan dan mempengaruhi uji antibakteri Staphylococcus epidermidis dilihat dari daya hambat, dan F2 daya hambat lebih besar 8.16 mm dibandingkan dengan F1 8.6 mm. 
Institution Info

Politeknik Harapan Bersama