Abstract :
Tingginya kasus korupsi di Indonesia memberikan dampak negatif bagi kestabilan perekonomian negara. Kasus korupsi merambah hampir disemua sektor baik swasta maupun pemerintah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat korupsi dengan melakukan whistleblowing. Whistleblowing merupakan suatu tindakan seseorang untuk melaporkan dugaan atas pelanggaran atau kecurangan. Kasus kecurangan ini dapat terungkap karena adanya seseorang yang berniat untuk melakukan whistleblowing. Hal ini menunjukkan adanya peran penting dari pelaksanaan whistleblowing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh bystander effect dan budaya ewuh pakewuh terhadap intensi melakukan whistleblowing dengan retaliasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sesuai dengan kriteria yaitu 90 responden pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sub Bagian Keuangan di 19 Dinas Kabupaten Brebes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Model) PLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bystander effect dan budaya ewuh pakewuh berpengaruh secara signifikan terhadap intensi melakukan whistleblowing. Retaliasi tidak dapat memoderasi pengaruh bystander effect terhadap intensi melakukan whistleblowing. Retaliasi tidak dapat memoderasi pengaruh budaya ewuh pakewuh terhadap intensi melakukan whistleblowing.
Kata Kunci : Bystander effect, Budaya Ewuh pakewuh, Whistleblowing, Retaliasi