Institusion
Politeknik Harapan Bersama
Author
Zulfah, Maulidatul
Amananti, Wilda
Santoso, Joko
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-03 08:38:47
Abstract :
Tanaman sirih merupakan tanaman lokal yang banyak digunakan dalam pengobatan penyakit secara tradisional. Sirih mengandung metabolit sekunder jenis flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jenis sirih yang mudah dijumpai yaitu Sirih Hijau dan Sirih Merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol daun Sirih Hijau dan daun Sirih Merah yang terdapat di daerah Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dengan etanol 96% selama 3 hari. Identifikasi senyawa metabolit sekunder menggunakan reaksi warna. Penetapan aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) sebagai radikal bebas. Analisis data dilakukan menggunakan metode Descriptive dengan cara membandingkan hasil ekstraksi dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelarut dan konsentrasi yang sama pada sampel menghasilkan nilai IC50 yang berbeda. Pada ekstrak daun sirih hijau dengan nilai IC50 sebesar 2,0375 ppm memiliki aktivitas antioksidan yang sangat aktif, sedangkan ekstrak daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 50,1187 ppm memiliki aktivitas antioksidan yang aktif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dari ekstrak daun sirih merah.