Abstract :
Konsumsi gorengan yang berlebihan mengakibatkan peningkatan resiko masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes. Untuk mengurangi kadar minyak pada gorengan dilakukan proses penirisan dengan mesin spinner ( mesin peniris minyak ). Jenis mesin untuk penirisan minyak atau di sebut juga mesi pemeras atau pengaktus. Ada juga yang menyebutnya sebagai mesin penapis. Penelitian ini menggunakan mesin spinner dengan kapasitas 5 kg, penggerak motor listrik ¼ pk. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu 10 detik, 15 detik, dan 20 detik, bahan tempe goreng yang diuji untuk satu porsi berjumlah 10 buah tempe goreng. Temperatur minyak goreng saat penggorengan 80?C dan penggorengan selama 4 menit. Hasil penelitian menunjukan dengan waktu 10 detik menghasilkan selisih rata-rata berat tempe goreng sebesar 5 gr, sedangkan waktu penirisan 15 detik menghasilkan selisih rata-rata berat tempe goreng 7,6 gr, dan waktu penirisan 20 detik menghasilkan selisih rata-rata berat tempe goreng 18,6 gr. Dengan demikian seiring dengan kenaikan waktu penirisan menghasilkan kenaikan selisih berat rata-rata tempe goreng sebelum dan sesudah ditiriskan. Waktu penirisan 15 detik menghasilkan kenaikan selisih rata-rata berat tempe goreng sebesar 52% dan waktu penirisan 20 detik menghasilkan kenaikan selisih rata-rata berat tempe goreng 272%.