Abstract :
Covid-19 yang terjadi pada tahun 2019 mengakibatkan banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara WFH (Work From Home) termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun dalam proses pelaksanaannya banyak esensi pembelajaran luring yang hilang pada saat pembelajaran daring dilaksanakan, seperti menurunnya kedisiplinan dan minat belajar siswa karena tidak mendapatkan pantauan dan perhatian langsung dari gurunya. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMA N 1 Purworejo, ditemukan bahwa hasil nilai tugas, ulangan, penilaian akhir dan antusiasme siswa ketika mengikuti proses pembelajaran berkurang ketika dilaksanakannya pembelajaran secara daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tatap muka yang dilakukan pasca pandemi covid-19 terhadap minat belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang dilakukan di SMA N 1 Purworejo, dengan populasinya adalah seluruh siswa kelas XI dan sampel penelitian sebanyak 98 siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner (angket) dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan teknik Regresi Linier Sederhana dan Koefisien Determinasi.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya pengaruh negatif yang signifikan antara pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 terhadap minat belajar siswa kelas XI di SMA N 1 Purworejo. Hal ini dikarenakan Ha diterima pada nilai signifikansi lebih kecil dari ? 0,05. Dengan demikian pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas XI di SMA N 1 Purworejo. Tingkat hubungan dua variabel antara pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 terhadap minat belajar siswa kelas XI di SMA N 1 Purworejo memiliki hubungan yang sedang terhadap minat belajar siswa, dengan nilai R 0,421. Dari hasil penilitian ini guru BK diharapkan bisa mengaplikasikan hasil dari penelitian ini sebagai acuan untuk membuat program layanan dan materi layanan kepada siswa untuk mengatasi masalah pembelajaran secara langsung atau luring setelah pandemi covid-19 dan minat belajar siswa.