Abstract :
Budaya patriarki di Indonesia merupakan masalah yang serius dalam tananan sosial masyarakat. patriarki mencerminkan norma norma sosial yang memberikan dominasi dan control lebih besar kepada laki laki pada berbagai aspek kehidupan, patriarki menggambarkan posisi perempuan lebih rendah atau posisi subordinat. Konstruksi patriarki dengan domestik gender membuat laki laki ditempatkan sebagai kepala rumah tangga dan perempuan terbatas oleh lingkup yang lebih kecil yaitu untuk melayani dan merawat rumah tangga. Ketidaksetraan ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan yang mulai menyuarakan pendapat tentang budaya patriarki salah satunya melalui sebuah karya film pendek . Film Maybe Someday, Another Day, But Not Today membawa isu terkait budaya patriarki di Indonesia yang merugikan para perempuan dalam lingkup rumah tangga.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penulisan kualitatif dengan studi deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan data, dokumentasi dan studi pustaka dengan paradigma konstruktivisme. Uji validasi data menggunakan teknik Tujuan yang akan dicapai pada penelitian ini adalah ?mengetahui budaya patriarki dalam film Maybe Someday, Another Day, But Not Today menggunakan analisis naratif.
Budaya patriarki yang ditunjukan dalam film Maybe Someday, Another Day, But Not Today merupakan sebuah marginalisasi perempuan dimana adanya sebuah pembatasan partisipasi yang diberikan kepada perempuan dalam bidang ekonomi, sosial dan politik. Pembatasan ini ada sebagai wujud dari budaya patriarki yang menerapkan stereotipe gender dimana perempuan dibebankan peraturan atau batasan yang merugikan dengan tekanan yang diberikan oleh norma sosial