DETAIL DOCUMENT
Upaya sekolah mewujudkan profil Pelajar Pancasila perspektif pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 2 Wates
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Dirahman, Fuad
Subject
BL Religion 
Datestamp
2024-05-03 02:31:18 
Abstract :
Latar belakang masalah ini profil pelajar Pancasila sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Enam dimensi profil pelajar Pancasila yaitu beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Profil pelajar Pancasila selaras dengan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu membentuk budi pekerti (akhlak) dan etika, yang menghasilkan manusia berakhlak. Alasan mengapa kualitas pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan terutama bagian karakter karena ada beberapa persoalan yaitu adanya tindakan intoleransi di dunia pembelajaran, para pelajar kurang begitu peka dan kurang terampil dalam memecahkan masalah sosial. Permasalahan merosotnya karakter generasi muda juga dialami oleh siswa SMK Muhammadiyah 2 Wates. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu penelitian lapangan (field research) dan memakai metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, subyek penelitian ini berjumlah 18 informan. Data dan informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Setelah seluruh data tersedia, kemudian melakukan analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan langkah terakhir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila perspektif pendidikan Islam di SMK Muhammadiyah 2 Wates dilakukan melalui program intrakurikuler, ekstrakrikuler, kokurikuler dan budaya sekolah. Adapun upaya untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila di SMK Muhammadiyah 2 Wates adalah budaya sapa pagi, tadarus Al-Quran baik dikelas ataupun live murottal, salat zuhur dan asar secara berjamaah, salat jumat, pesantren ramadan, forum keputrian, home visit, memakai pakaian adat jawa setiap kamis pon, ekstra English club, outing bahasa Inggris, kerja bakti, kegiatan piket kelas, infak peduli bencana, delegasi lomba, pemilihan ketua IPM, lomba menghias kelas, modifikasi motor, pembelajaran membuat karya berupa poster anti perundungan dan alat peraga Pancasila, dan pembelajaran di kelas. Faktor pendukung melalui kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, lingkungan sekolah, keterlibatan orang tua dan melalui program atau kegiatan pendukung. Faktor penghambatnya guru kurang memahami profil pelajar Pancasila, kurangnya kemampuan guru dalam merancang kegiatan, kurangnya sarana pendukung, biaya, pengaruh media sosial serta dipengaruhi oleh teman sebaya. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan