DETAIL DOCUMENT
Prarancangan Pabrik Polystyrene dengan proses Polimerisasi Bulk Continuous Monomer Stirena kapasitas 60.000 ton/tahun
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Putri, Az Zahra Sekar
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2024-04-26 08:49:29 
Abstract :
Polystyrene merupakan bahan baku yang digunakan pada industri polimer plastik sebagai komponen fleksibilitas dan ketahanan plastik. Perancangan pabrik polystyrene ini mengggunakan bahan baku styrene monomer dengan kapasitas 60.000 Ton/Tahun dengan metode Bulk Continuous menggunakan Reaktor Tangki Alir Berpengaduk (RATB). Pabrik ini akan direncanakan dibangun pada daerah Serang, Banten, dengan faktor pertimbangan berupa produksi bahan baku pembuatan produk polystyrene, pemasaran produk, serta utilitas dan fasilitas transportasi dalam mendukung proses pabrik. Proses pembuatan Polystyrene diawali dengan menghomogenkan larutan styrene dengan ethylbenzene yang berada pada tangkiMixer-01. Bahan baku dalam fasa cair berupa larutan styrene disimpan pada tangki Mixer dengan temperatur 30ºC. Bahan baku berupa larutan styrene dan benzoyl peroxide, kemudian diumpankan ke dalam Reaktor- 01 pada suhu 130ºC dengan waktu tinggal 9 menit hingga mencapai konversi 86%. Reaktor kedua (R-02) dioperasikan dengan kondisi operasi dan waktu tinggal yang sama dengan Reaktor-01 hingga mencapai konversi 98%. Hasil keluaran Reaktor kemudian di umpankan menuju Filter Press dengan tujuan untuk memisahkan antara sisa pelarut dan benzoyl peroksida dengan larutan polystyrene. Sisa pelarut berupa cake akan ditampung dalam bak penampung dan hasil bawah filter press (FP-01) akan diteruskan ke dalam proses pemisahan yaitu unit flashdrum (FD-01). Pada proses flashdrum digunakan alat pemisahan berupa flashdrum dengan suhu operasi 164ºC. Pada flashdrum hasil atas berupa sisa pelarut berupa fase gasdan hasil bawah berupa larutan polystyrene. Pemisahan pada unit flashdrumbertujuan mendapatkan spesifikasi produk yang diinginkan yaitu produk dengan kemurnian 98 % yang kemudian akan diumpankan menuju crystalizer (CR-01). Crystalizer (CR01) dioperasikan pada suhu 60ºC dengan hasil keluaran akhir berupa produk kristal Polystyrene. Kemurnian 98%. Hasil produk akhir kemudian akan di teruskan menuju proses pengemasan produk (Packaging) yang kemudian produk akan siap didistribusikan. Air yang diperlukan untuk mengoperasikan pabrik sebesar 9.926,0136 Kg/jam, dengan kebutuhan listrik sebesar 515,5541 kW yang diperoleh dari PLN dengan cadangan satu generator. Berdasarkan pertimbangan sifat bahan dan kondisi operasi, dapat dikatakan bahwa pabrik Polystyrene termasuk pabrik dengan resiko tinggi (high risk). Hasil analisis ekonomi yang didapatkan, pabrik ini memiliki nilai Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp.1.283.878.254.957 dan Working Capital (WC) sebesar Rp.360.116.374.217. Analisis kelayakan pabrik Polystyrene ini menunjukkan nilai ROI sebelum pajak sebesar 45?n setelah pajak 32%. Nilai Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 1,81 tahun, setelah pajak yaitu sebesar 4,24 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 41,35?n Shutdown Point (SDP) sebesar 25,38%, dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 61,37%. Berdasarkan dari analisis kelayakan tersebut maka pabrik Polystyrene layak untuk didirikan dan dikaji lebih lanjut. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan