DETAIL DOCUMENT
Visualisasi data pengelolaan sampah di Kapanewon Bambanglipuro dan perencanaan strategi menggunakan analisis Swot (studi kasus Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ahmad Dahlan
Author
Awalia, Putri Rezky
Subject
JS Local government Municipal government 
Datestamp
2024-04-27 07:56:22 
Abstract :
Seiring bertambahnya jumlah penduduk volume sampah yang dihasilkan di Kapanewon Bambanglipuro juga meningkat. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul tahun 2022, Kabupaten Bantul telah dikelompokkan ke dalam 4 zona yang memprioritaskan pengelolaan sampah secara bertahap. salah satunya, Kapanewon Bambanglipuro masuk dalam zona 2 dengan prioritas ke-3, di mana potensi sampah yang dihasilkan mencapai 11.53 ton/hari. Namun, pengelolaan sampah saat ini hanya mencapai 2.22 ton/hari, menunjukkan bahwa upaya pengelolaan sampah di Kapanewon Bambanglipuro belum mencapai tingkat optimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui situasi pengelolaan sampah dan (2) menentukan usulan rancangan strategi pengelolaan sampah di Kapanewon Bambanglipuro. Metode Penelitian ini menggunakan analisis Deskriptif, SWOT dan AHP. Analisis situasi pengelolaan sampah dilakukan dengan menggunakan metode Deskriptif. Data analisis situasi diperoleh melalui wawancara dengan narasumber dan observasi. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal pengelolaan sampah sehingga dapat menentukan alternatif strategi yang sesuai. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh perancangan strategi yang kemudian menggunakan metode AHP untuk menentukan prioritas alternatif strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mayoritas masyarakat telah menerima sosialisasi tentang sampah organik dan anorganik serta mampu melakukan pemilahan sampah secara mandiri, walaupun beberapa masih mengandalkan pihak ketiga. Sebagian besar sampah organik diolah menggunakan jugangan atau sebagai pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan di bank sampah untuk dijual kepada pengepul atau pihak ketiga. Secara keseluruhan, terdapat 38 unit pengelolaan sampah di Kapanewon Bambanglipuro, termasuk 16 unit Shodaqoh Sampah, 12 unit Bank Sampah, 8 Unit PSM, dan 2 unit TPSS; (2) berdasarkan analisis SWOT dan AHP diperoleh dua strategi prioritas dari lima strategi pengelolaan sampah yang ada yaitu prioritas pertama dengan bobot nilai sebesar 36% yaitu SPS1 dan prioritas kedua dengan bobot nilai sebesar 21% yaitu SPS3. 
Institution Info

Universitas Ahmad Dahlan